Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Udara dingin menusuk tulangku
Dingiiiin sekali membuatku menggigil
Saat itu ingin sekali kumemelukMu
MendekapMu dan tak ingin berpisah lagi

Kekasihku, masih adakah cintaMu untukku?
Jangan tinggalkan aku sendiri.
Aku tak sanggup hidup tanpaMu.
Aku tak sanggup menanggung beban ini tanpaMu

Hidupku bergelimang salah dan dosa
Hidupku sering berbelok tanpa tujuan
Hidupku sering terasa hampa
Hidupku sering terasa kering

Terasa sesak dadaku pagi ini
Begitu sesak, sesak, dan sesak
Hampir ku tak sanggup menarik lagi
Nafas memburu dari dadaku

Mataku tak sadar terasa panas
Ada air mengalir deras
Menetes ke atas pangkuan
Membasahi lantai yang dingin

Adakah kesempatan yang lain untukku?
Untuk tetap dapat memujaMu wahai kekasih.
Ampuni aku wahai Dzat yang Maha Kasih
Jadikan aku orang yang Kau kasihi.
Label: |
Ini adalah tahun ketiga kita bersama
Menanti berlabuhnya asa di satu biduk cinta terindah
Terombang ambing di tengah lautan luas nan ganas
Berteman satu dayung dan satu tekad

Untungnya…
Perahu ini tetap kokoh seperti mula
Meski ombak tak henti menerjang
Meski pasang sering menenggelamkan harapan
Engkau tetap percaya, engkau tetap mengerti
Engkau tetap menanti
Tak ingin kembali, tak ingin berhenti
Engkau terus ingin bersamaku hingga ke tepi
Di pelabuhan terindah
Bersama cinta dan rindu yang kita punya
Tanpa memandang apa, siapa, tapi bagaimana

Ini adalah tahun ketiga kita bersama
Penantian tanpa letih, kesabaran diuji
Di saat satu persatu cinta dua insan biasanya t’lah mati
Engkau tetap disini, tak sedikitpun isyaratkan letih

Percayalah…
Ketulusanmu takkan pernah terganti
Keyakinan dan harapanmu kan terwujud abadi
Sebab kita berjanji bukan sekedar bermimpi
Label: |
Sekolahku
Tempatku menuntut ilmu
Setiap hari senin hingga sabtu
Ku selalu hadir di tempatmu

Disekolah inilah
Kubelajar berbagai pengetahuan
Ku mengerti tentang budi pekerti
Semuanya berguna jika ku besar nanti

Menuntut ilmu
Adalah perlu untuk semua orang
siapapun yang ingin pandai
Tuntutlah ilmu setinggi mungkin
Label: |
Saat mata terbelalak
Karena aroma sang surya
Disitulah dimulai
Satu kehidupan

Ketika angin mulai mendorong tubuh kita
Maka terciptalah keinginan
Saat senyuman rembulan tak tergantikan
Pasti akan ada harapan

Ketika bintang tak lupa berpijar
Terwujudlah semua angan-angan, dan
Bika gerimis menemani langkah-langkah kecil kita
Mungkin ini awal dan sebuah kesedihan kita

Bersyukurlah manusia kepada Tuhan
Karena telah menciptakan alam
Yang banyak memberi petunjuk
Akan kehiupan
Label: |

FAJAR YANG KELAM

fajar hari itu,terasa berbeda
entah mengapa hatiku terasa
bagaikan remukan kaca
bergejolak bagaikan ombak di
lautan
resah,bimbang,takut saling
terikat
ingin sekali rasanya ku buang
segala rasa
namun itu semua telah
di takdirkan
apakah dayaku tuk mengulang
semua itu
dan hari ini tlah harus
berlalu ingatan
ingatanku msih berbekas
nistapa itu bagaikan suatu
impian hitam bagiku
semoga ingatan itu cepat
berlalu dan
aku bisa bangkit dari
semuanya
rasa yang terus mencekam
akan ku bina ingatanku dan
kenangan dengan semangat baru
walaupun dlam hatiku
aku berharap fajar itu datang
terbit dengan terang dan
membawa
impian indah bagiku
Label: |
KISAHKU

secarik kertas tulisan kisah
hidupku
resah,gelisah bayangi sisa
umurku
ingin luapkan sejuta rasa dan rasa
yang ada
tuliskan tangisan meranta batin
jiwa hasratku
kesunyian raungi kisah
kelm hidupkan
kepedihan berikanku sejuta
kisah tangis yang mendalam
kadang aku hanya tersenyum
menangis dalam batin
gelapakan mata hatiku koori
fikrku
inginku menjerit berteriak sekuat
mungkin
lepasan resah beban batin jiwa
ini
namun apa daya...aku hanya
bisa merintih dan menangis
hanya berpuisi luapkan sepiku
mimpikan bahagiaku
hari-hari kelam kulalui
dalam gelap
sakit ku rasakan pedih dan
perihnya di tindas
kadang berteriakku dalam
batin teteskan
kristal-kristal butiran tirta
mengalir...
hanya basahi renungi
kisaHKU...
TUHAN...
apakah kisah ini akan selalu
hadir di mimpiku
Label: |

lelaki tua di batang siwalan
gerap matanya meletupkan harapan
di tangannya ditimang-timang garis
hidupnya
bukan karena menyesal setelah
sekian lama bergulat dengan nasib
masih saja berkutat
dalam kesederhanaan
dan penantian panjang

nyanyian itu
masih sangat merdu di telinganya
cicit burung dan desau angin
di dedaunan dan ranting
mengibur masa tuanya

pelan-pelan
kaki dan tangannya
memeluk mesra batang-batang
siwalan
duhai alam
jangan lukai kaki dan tubuhnya
lelaki di batang siwalan
memanjat ia pagi hari
kulit keriputnya
dibasahi embun

matahari tersaput awan
mata lelaki itu
retap menatapnya
inilah aku
lelaki di batang siwalan
mengayunkan tangan
dalam kerja
Label: |

Tendaku - sekolahku

Aku ingin jadi orang pinter
Agar bisa kuucapkan kata-kata penuh makna
yang dapat membuat orang lain terkesan dan iri
dengan keberadaanku di tempat yang terhormat,
Seperti mereka yang bekerja dengan para turis-turis itu,
yang berdalih ingin menolong negeri ini,
yang sebenarnya tak lebih daripada mencari hal bersifat materi.

Aku ingin jadi orang besar...
Agar bisa kulindungi negeriku yang rapuh,
hingga dapat berdiri walau masih dengan kaki yang lumpuh.
Paling tidak kami takkan ternganga-nganga
menjilati sisi kemanusiaan yang ditawarkan oleh mereka,
Karena aku tau bukan itu.

Keinginanku dunia mimpi
Di sini aku belajar di bawah hasil kelicikan bangsaku sendiri
Di bawah tenda darurat yang tak bertulang tak berurat
Kualitas terendah dari dana yang luar biasa tinggi
Tenda yang bisa ditembus panas dan cahaya matahari.
Label: |